Serangan Jantung: Kenali Gejalanya, Selamatkan Nyawa Lebih Cepat

Serangan jantung bisa terjadi tiba-tiba dan mengancam nyawa. Namun, penanganan yang cepat dan tepat dapat meningkatkan peluang keselamatan secara signifikan. Serangan jantung terjadi ketika aliran darah ke otot jantung tersumbat, biasanya akibat penyumbatan pembuluh darah koroner. Tanpa aliran darah yang cukup, jaringan jantung dapat rusak dalam hitungan menit.

Apa Itu Serangan Jantung?

Secara medis dikenal sebagai Myocardial Infarction, serangan jantung adalah kondisi darurat ketika otot jantung tidak mendapatkan suplai oksigen yang cukup karena adanya sumbatan pembuluh darah. Apakah Jantung Akan Rusak Permanen? Saat serangan jantung terjadi, bagian otot jantung yang tidak mendapat aliran darah akan rusak dan bisa mati jika tidak segera ditangani. Besarnya kerusakan tergantung pada luas sumbatan dan seberapa cepat mendapatkan pengobatan.

Bagian yang rusak akan sembuh menjadi jaringan parut dalam beberapa minggu. Meskipun jantung tetap dapat bekerja, fungsinya bisa melemah dan tidak memompa darah sekuat sebelumnya.


Faktor Risiko yang Perlu Diwaspadai

  1. Faktor Risiko yang Tidak Bisa Diubah

  • Jenis kelamin

  • Usia

  • Riwayat keluarga penyakit jantung

  1. Faktor Risiko yang Bisa Dikendalikan

  • Merokok

  • Kolesterol tinggi (dislipidemia)

  • Diabetes melitus (kencing manis)

  • Tekanan darah tinggi

  • Obesitas

  • Kurang aktivitas fisik

  • Kebersihan gigi dan mulut yang buruk

  • Penyakit pembuluh darah perifer

  • Kadar homosistein tinggi dalam darah

Gejala Serangan Jantung Gejala serangan jantung bisa berbeda pada setiap orang. Ada yang merasakan keluhan ringan, ada juga yang mengalami gejala berat, bahkan sebagian orang tidak merasakan gejala sama sekali. Gejala yang paling sering muncul meliputi:


  • Nyeri dada seperti ditekan, sesak, tertindih, atau terasa perih
  • Nyeri atau tidak nyaman yang menjalar ke bahu, lengan, punggung, leher, rahang, gigi, atau perut bagian atas
  • Keringat Dingin
  • Mudah lelah
  • Rasa panas di dada seperti maag atau gangguan pencernaan
  • Pusing atau kepala terasa ringan
  • Mual
  • Sesak napas

Pada wanita, gejala bisa tidak khas, seperti nyeri singkat atau tajam di leher, lengan, atau punggung. Dalam beberapa kasus, tanda pertama serangan jantung adalah henti jantung mendadak. Serangan jantung bisa terjadi secara tiba-tiba, tetapi banyak orang mengalami tanda peringatan sebelumnya, bahkan beberapa jam, hari, atau minggu sebelumnya. Nyeri dada atau rasa tertekan yang berulang dan tidak membaik dengan istirahat (angina) dapat menjadi tanda awal, yang terjadi karena aliran darah ke jantung berkurang sementara waktu. Bagaimana Pencegahan Serangan Jantung?

Tidak ada kata terlambat untuk mencegah serangan jantung, bahkan jika Anda pernah mengalaminya sebelumnya. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  • Terapkan pola hidup sehat: berhenti merokok, jaga berat badan ideal dengan pola makan sehat untuk jantung, rutin berolahraga, dan kelola stres dengan baik.
    Kontrol penyakit penyerta: tekanan darah tinggi, diabetes, dan kondisi lainnya dapat meningkatkan risiko serangan jantung, sehingga perlu pemeriksaan rutin sesuai anjuran dokter.

  • Minum obat sesuai resep dokter untuk menjaga dan melindungi kesehatan jantung.

Selain itu, penting juga untuk mempelajari resusitasi jantung paru (RJP/CPR) dan cara menggunakan AED (alat kejut jantung otomatis) melalui pelatihan pertolongan pertama, agar dapat membantu saat terjadi keadaan darurat.


Diperbaharui: 27 Februari 2026 Ditinjau oleh: dr. Belinda Mufidah Referensi