Waspadai Diabetes Melitus (Kencing Manis): Kendalikan Sejak Dini, Cegah Komplikasi
Sering merasa cepat haus, mudah lelah, atau luka sulit sembuh? Keluhan tersebut bisa menjadi tanda awal diabetes melitus (kencing manis) — penyakit kronis yang kerap tidak disadari hingga menimbulkan komplikasi serius.
Diabetes melitus adalah kondisi jangka panjang yang ditandai dengan tingginya kadar gula (glukosa) dalam darah. Hal ini terjadi karena tubuh tidak memproduksi insulin yang cukup atau tidak dapat menggunakannya secara efektif. Padahal, insulin berperan penting membantu sel tubuh menyerap glukosa sebagai sumber energi. Jika fungsi ini terganggu, gula akan menumpuk dalam darah dan berisiko merusak berbagai organ tubuh.
Penyebab dan Jenis Diabetes Melitus
Berdasarkan penyebabnya, diabetes terbagi menjadi beberapa jenis:
- Diabetes Tipe 1: Terjadi saat sistem imun merusak pankreas sehingga tubuh tidak dapat memproduksi insulin dan memerlukan suntikan insulin seumur hidup.
- Diabetes Tipe 2: Jenis jenis paling umum, terjadi ketika tubuh tidak mampu menggunakan insulin dengan baik atau produksinya kurang, sering dipicu obesitas dan gaya hidup tidak sehat.
- Diabetes Gestasional: Diabetes gestasional adalah kenaikan gula darah yang впервые terdeteksi saat kehamilan, biasanya pada trimester kedua atau ketiga. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko komplikasi seperti tekanan darah tinggi, preeklamsia, dan bayi lahir dengan berat badan besar.
Faktor Risiko Kencing Manis
Seseorang lebih berisiko mengalami diabetes jika memiliki kondisi berikut:
Riwayat keluarga dengan diabetes
Usia di atas 45 tahun
Kelebihan berat badan atau obesitas
Jarang berolahraga
Tekanan darah tinggi atau kolesterol tinggi
Riwayat prediabetes atau PCOS
Pernah mengalami diabetes saat hamil atau melahirkan bayi dengan berat l>4 kg
Kapan Harus ke Dokter?
Riwayat keluarga dengan diabetes
Usia di atas 45 tahun
Kelebihan berat badan atau obesitas
Jarang berolahraga
Tekanan darah tinggi atau kolesterol tinggi
Riwayat prediabetes atau PCOS
Pernah mengalami diabetes saat hamil atau melahirkan bayi dengan berat l>4 kg
Segera lakukan pemeriksaan jika Anda mengalami:
Sering haus dan lapar berlebihan
Sering buang air kecil, terutama pada malam hari
Berat badan turun tanpa sebab jelas
Tubuh terasa lemas dan cepat lelah
Luka sulit sembuh
Kesemutan atau mati rasa pada tangan dan kaki
Penglihatan kabur
Sering mengalami infeksi berulang
Gejala diabetes tipe 1 dan diabetes gestasional biasanya muncul lebih cepat, sedangkan diabetes tipe 2 sering berkembang perlahan tanpa disadari. Pemeriksaan sejak dini sangat penting untuk mencegah komplikasi seperti penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, hingga gangguan penglihatan.
Pencegahan dan Penanganan Diabetes
Pencegahan
Sering haus dan lapar berlebihan
Sering buang air kecil, terutama pada malam hari
Berat badan turun tanpa sebab jelas
Tubuh terasa lemas dan cepat lelah
Luka sulit sembuh
Kesemutan atau mati rasa pada tangan dan kaki
Penglihatan kabur
Sering mengalami infeksi berulang
Pencegahan dan Penanganan Diabetes Pencegahan
- Diabetes tipe 1 belum dapat dicegah. Diabetes tipe 2 dapat dicegah dengan pola hidup sehat.
- Rutin berolahraga dan menjaga berat badan ideal.
- Konsumsi makanan bergizi seimbang dan kurangi gula berlebih.
- Hindari merokok.
- Kontrol tekanan darah dan kadar kolesterol.
Penanganan
- Lakukan deteksi dini melalui pemeriksaan gula darah.
- Kendalikan gula darah dengan diet, olahraga, dan obat bila diperlukan.
- Periksa tekanan darah dan lemak darah secara rutin.
- Lakukan skrining mata, ginjal, dan kaki untuk mencegah komplikasi.
- Konsultasi berkala dengan tenaga medis untuk pemantauan jangka panjang.
Mengapa Diabetes Perlu Ditangani Sejak Dini?
Banyak pasien baru menyadari dirinya menderita diabetes setelah terjadi komplikasi. Padahal, dengan deteksi dini dan pengelolaan yang tepat, kadar gula darah dapat dikontrol sehingga kualitas hidup tetap baik dan risiko komplikasi dapat ditekan.
Di RSU Dadi Keluarga Purwokerto, kami menyediakan layanan terpadu untuk penanganan diabetes, meliputi:
Pemeriksaan gula darah dan HbA1c
Konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam
Edukasi pola makan dan perubahan gaya hidup
Terapi obat maupun insulin sesuai kebutuhan
Monitoring rutin untuk mencegah komplikasi
Pendekatan kami tidak hanya berfokus pada hasil pemeriksaan, tetapi juga pada kenyamanan pasien dan pengelolaan jangka panjang yang berkelanjutan.
Diperbaharui: 27 Februari 2026
Ditinjau oleh: dr. Belinda Mufidah
Referensi:
- Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Diabetes Risk Factors. [Updated 2024 May 15]. In: CDC.gov [Internet]. Atlanta (GA): U.S. Department of Health and Human Services; 2024 Jan-. Available from: https://www.cdc.gov/diabetes/risk-factors/index.html
- Goyal R, Singhal M, Jialal I. Type 2 Diabetes. [Updated 2023 Jun 23]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2025 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK513253/
- Sapra A, Bhandari P. Diabetes. [Updated 2023 Jun 21]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2025 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK551501/
- World Health Organization. Diabetes. [Updated 2024]. In: WHO Health Topics [Internet]. Geneva: World Health Organization; 2024 Jan-. Available from: https://www.who.int/health-topics/diabetes#tab=tab_3
Pemeriksaan gula darah dan HbA1c
Konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam
Edukasi pola makan dan perubahan gaya hidup
Terapi obat maupun insulin sesuai kebutuhan
Monitoring rutin untuk mencegah komplikasi