Penunjang Medis Lainnya
Default Image

Hemodialisa

Apa itu Hemodialisis?

Hemodialisis (HD)
merupakan modalitas utama Terapi Pengganti
Ginjal (Renal Replacement Therapy)
yang bertujuan untuk menggantikan
fungsi ginjal untuk mengekstraksi sisa metabolisme nitrogen (toksin uremik) dan
mengoreksi gangguan keseimbangan cairan serta elektrolit. Melalui prinsip difusi
dan ultrafiltrasi pada mesin dialisis, prosedur ini menjadi krusial bagi pasien
dengan penurunan fungsi ginjal.

 

Di Unit Hemodialisa RSU Dadi Keluarga
Purwokerto
, kami menerapkan standar prosedur yang komprehensif untuk memastikan
proses hemodialysis pasien aman selama proses berlangsung.

 

Kapan Hemodialisis diperlukan?

Hemodialisis
diindikasikan pada pasien yang mengalami Gagal
Ginjal Akut (AKI)
maupun Gagal
Ginjal Kronis (CKD)
stadium terminal atau End-Stage Renal Disease
(ESRD). Penegakan diagnosis untuk memulai inisiasi HD didasarkan pada beberapa
manifestasi klinis, di antaranya:

·        
Sindrom
Uremia:
Ditandai dengan
pruritus persisten, mual, emesis, anoreksia, serta fatigue kronis
akibat akumulasi toksin dalam sirkulasi sistemik.

·        
Asidosis
Metabolik Refrakter:
Gangguan keseimbangan
asam-basa dalam darah yang tidak lagi berespons terhadap terapi medikamentosa.

·        
Kelebihan
Cairan (Overload):
Edema anasarka atau
edema paru yang mengancam nyawa.

·        
Hiperkalemia
Berat:
Kadar kalium tinggi
yang berisiko memicu aritmia kardiak.

 

Bagaimana Mesin Hemodialisis bekerja?

Prosedur hemodialisis
memanfaatkan teknologi mesin dialisis yang berfungsi sebagai ginjal artifisial.
Inti dari proses ini adalah dialyzer,
sebuah filter membran semipermeabel yang memisahkan kompartemen darah dan
kompartemen dialisat.

·          
Akses
Vaskular:
Aliran darah pasien
dialirkan menuju mesin melalui akses vaskular yang telah disiapkan (seperti
AV-Fistula atau CDL).

·          
Filtrasi
dan Difusi:
Di dalam dialyzer,
zat-zat toksik, limbah metabolik, dan kelebihan elektrolit berpindah dari darah
ke cairan dialisat melalui prinsip gradien konsentrasi.

·          
Reinfusi
Darah Bersih:
Setelah melewati
proses purifikasi, darah yang telah dibersihkan dikembalikan ke sirkulasi
sistemik pasien.

·          
Durasi standar satu
sesi hemodialisis umumnya berkisar antara 4 jam,
dengan frekuensi ideal 3 kali seminggu
(atau sesuai dengan adekuasi dialisis pasien) untuk menjaga stabilitas
fisiologis.

 

Manajemen Efek Samping dan Komplikasi
Intradialisis

Meskipun efektif dalam
menggantikan fungsi ginjal, hemodialisis memiliki risiko komplikasi yang harus
dipantau secara ketat oleh tenaga medis profesional. Beberapa efek samping yang
sering ditemukan meliputi:

·        
Hipotensi
Intradialisial:
Penurunan tekanan
darah secara mendadak akibat penarikan cairan (ultrafiltrasi) yang cepat.

·        
Muscle
Cramps:
Sering dikaitkan
dengan perubahan elektrolit dan perfusi jaringan.

·        
Gangguan
Neurologis & Psikosomatik:

Termasuk gangguan pola tidur dan depresi sekunder akibat kondisi kronis.

·        
Pruritus
Uremik:
Sering kali dipicu
oleh hiperfosfatemia atau penumpukan fosfor dalam jaringan kulit.

 

Layanan Hemodialisis Terintegrasi di
Purwokerto

RSU
Dadi Keluarga Purwokerto
menghadirkan layanan
hemodialisis yang didukung oleh tim medis multidisiplin, termasuk dokter subspesialis
ginjal hipertensi yang berpengalaman dan perawat yang sudah terlatih dalam
melakukan tindakan dialisis. Kami berkomitmen memberikan pelayanan medis
berbasis bukti (evidence-based medicine) demi
optimalisasi kesehatan pasien gagal ginjal di wilayah Purwokerto dan
sekitarnya.

 

Apakah prosedur
hemodialisis menimbulkan rasa nyeri?


Ketidaknyamanan minimal biasanya hanya dirasakan saat insersi jarum (kanulasi).
Seluruh proses berlangsung aman dan dipantau ketat oleh tim medis RSU Dadi
Keluarga Purwokerto untuk memastikan kenyamanan pasien.

Berapa durasi rata-rata
satu sesi hemodialisis?


Satu sesi umumnya memerlukan waktu 4–5 jam. Durasi ini ditentukan secara
presisi untuk mencapai target adekuasi dialisis (pembersihan toksin yang
optimal) sesuai kondisi klinis pasien.

Seberapa sering pasien
harus menjalani jadwal rutin hemodialisis?


Frekuensi standar adalah 2–3 kali seminggu. Penentuan jadwal ini bersifat
individual, bergantung pada derajat keparahan gangguan fungsi ginjal dan hasil
evaluasi medis berkala.

 

Penulis: dr. Mada Ilham
Bawono

Reference

  • Agarwal A, Anjum F. Hemodialysis.
    [Updated 2026 Feb 15]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL):
    StatPearls Publishing; 2026 Jan-. 
    Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK563296/
  • Vaidya SR, Aeddula
    NR. Chronic Kidney Disease. [Updated 2024 Jul 31]. In: StatPearls [Internet].
    Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2026 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK535404/
  • Goyal A, Daneshpajouhnejad P, Hashmi MF, et al.
    Acute Kidney Injury. [Updated 2023 Nov 25]. In: StatPearls [Internet]. Treasure
    Island (FL): StatPearls Publishing; 2026 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK441896/